UTS adalah sebuah kegiatan yang memiliki kepanjangan Ujian Tengah Semester. Saat perkuliahan sudah mencapai tengah semester maka UTS pun menjadi sebuah tes bagi para mahasiswa untuk melihat apakah pelajaran yang disampaikan dapat dimengerti dengan baik oleh mahasiswa apa tidak.

Setiap dosen biasanya memiliki cara tersendiri dalam menyajikan soal-soal untuk menguji mahasiswanya. Tingkat kesulitannya pun berbeda ada yang memiliki tingkat soal yang mudah untuk dikerjakan ataupun soal yang sulit untuk dikerjakan. Tapi semua itu akan menjadi mudah jika seorang mahasiswa mengulang materi apa yang disampaikan oleh dosen saat menjelaskan materi perkuliahan di kelas.

Dalam persiapan untuk menghadapi UTS, setiap mahasiswa biasanya memiliki caranya tersendiri ada yang setiap hari belajar sampai ada yang belajar dengan cara SKS(Sistem Kebut Semalam). Tentunya cara belajar yang digunakan oleh mahasiswa tersebut biasanya sudah diperhitungkan oleh mahasiswa yang bersangkutan. Biasanya materi yang sulit dipahami oleh mahasiswa akan dipelajari ulang beberapa hari sebelum menjelang UTS dan pelajaran yang mudah dipahami oleh mahasiswa biasanya dipelajari ulang dengan sistem kebut semalam. Juga selain belajar, biasanya mahasiswa juga bertambah rajin beribadah sebelum UTS dimulai karena dengan begitu mereka yakin bahwa Allah swt. akan membantu mahasiswa saat UTS nanti. Selain itu, ada juga mahasiswa yang belajar dengan cara berkelompok, hal ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa yang tidak mengerti materi yang disampaikan sehingga mereka perlu tutor sebaya agar gaya bahasa penyampaiannya mudah dimengerti karena biasanya bahasa yang disampaikan oleh dosen belum tentu dimengerti 100% oleh setiap mahasiswa dikelas.

Itulah persiapan yang sering terjadi dikalangan mahasiswa dan biasanya yang sangat disukai oleh mahasiswa dalam persiapan UTS adalah sistem kebut semalam karena mereka kerap berpikir bahwa pelajaran yang diujikan relatif mudah dan mungkin saja mahasiswa tersebut malas belajar maka dia tidak mau berpikir terlalu rumit.

Sebenarnya, nilai yang dikejar oleh mahasiswa ini bukanlah sesuatu yang sangat penting. Para mahasiwa sering menganggap nilai yang dikejar ini penting karena sebuah nilai yang tinggi merupakan sesuatu yang dianggap sangat baik di masyarakat Indonesia.

Post a Comment

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.