Latest Post



Kali ini saya akan membahas cara untuk memasang aplikasi bahasa c++ yaitu Borland c++ Builder 6. Sebelum anda memulai, download terlebih dahulu Borlandnya di 

DOWNLOAD Borland c++ Builder 6   atau   DOWNLOAD Borland c++ Builder 6 

Download KeyG disini

Cara installnya yaitu


Buka disk1 Borland C++ Builder 6 dengan klik kanan lalu mount (untuk windows 8 ke atas).
Dan untuk windows 7 sebaiknya anda menginstall Daemon Tools terlebih dahulu


 Buka file INSTALL.exe

Pilih C++ Builder 6

Next

Buka keygen Borland

Klik Generate lalu isi Serial Number dan Authorization Key, sesuai dengan yang ada pada keygen

Pilih I accept lalu Next

Next

Pilih Custom lalu Next

Next

Next

Hilangkan Use VisiBroker/COBRA Support lalu Next

Next

Next

Hilangkan Install Interbase Client lalu Next

Pilih I Agree lalu Next

Next

Next

Install

Tunggu hingga proses selesai

Jika muncul peringatan seperti pada gambar, itu artinya program meminta disk yang ke-2

Klik kanan pada drive yang digunakan untuk mount disk1 (misalnya drive H), lalu Eject

Pada disk2 klik kanan lalu pilih mount

Maka  isi disk2 akan berada pada drive H

Pada peringatan tadi klik ok

Jika sudah selesai klik Finish

Jika anda diminta untuk meRestart PC anda, pilih no

Buka drive C > Program Files / Program Files(x86) untuk windows 64 bit > Borland > CBuilder6 > Bin. Buat shortcut di desktop untuk file bcb.exe

Jika sudah, klik kanan pada bcb – shortcut yang ada di desktop lalu pilih Run as Administrator


Jika anda diminta untuk registrasi pilih register later saja. Dan Borlan C++ Builder 6 anda siap digunakan!.


Itu saja.


Supersemar atau surat perintah sebelas maret adalah sebuah surat perintah yang ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Ir. Soekarno. Surat ini berisi perintah yang diberikan oleh Ir. Soekarno kepada Mayjend Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk dilakukan pada saat itu. Pada saat itu sendiri kondisi Republik Indonesia sedang mengalami masa-masa yang buruk.




Sejarah Singkatnya
Surat ini sendiri dikeluarkan pada tanggal 11 Maret 1966 oleh Presiden Soekarno. Pada saat itu sedang diadakan sidang pelantikan kabinet 100 menteri dimana Mayjend Soeharto tidak hadir dikarenakan sedang sakit. Saat sidang dimulai, Brigadir Jenderal Sabur melaporkan bahwa ada pasukan liar yang diketahui adalah Pasukan Kostrad dibawah pimpinan Mayjend Kemal Idris yang diduga terlibat dalam G-30S/PKI. Setelah itu, Presiden lalu berangkat ke Bogor. Lalu, Mayjend Soeharto mengutus tiga orang yaitu  Brigadir Jenderal M. Jusuf, Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat untuk menemui Presiden Soekarno.

Setibanya di Istana Bogor terjadi pembicaraan antara Presiden dan orang-orang utusan Mayjend Soeharto, dimana ketiga orang tersebut meyakinkan bahwa Mayjend Soekarno mampu untuk mengatasi dan mengendalikan situasi serta memulihkan keamanan bila diberikan surat kuasa yang memberikan kewenangan kepadanya untuk melakukan tindakan. 

Mendengar hal ini, Presiden Soekarno lalu setuju untuk membuat Surat Perintah Sebelas Maret yang dikenal sebagai Supersemar yang diperuntukkan kepada Mayjend Soeharto untuk melakukan tindakan untuk mengendalikan dan memulihkan keamanan yang ada di Indonesia pada saat itu.

Kontroversi Supersemar
Supersemar merupakan sebuah surat sakti yang dapat menggulingkan Presiden Soekarno karena tidak lama setelah surat itu diterbitkan Presiden Soekarno mundur dari jabatan dan memberikannya kepada Mayjend Soeharto untuk menjadi Presiden Republik Indonesia selanjutnya.

Terjadi beberapa perdebatan tentang Supersemar itu sendiri diantaranya sebagai berikut :

  • Menurut kesaksian salah satu pengawal kepresidenan di Istana Bogor, Letnan Satu (lettu) Sukardjo Wilardjito, ketika pengakuannya ditulis di berbagai media massa setelahReformasi 1998 yang juga menandakan berakhirnya Orde Baru dan pemerintahan Presiden Soeharto. Dia menyatakan bahwa perwira tinggi yang hadir ke Istana Bogor pada malam hari tanggal 11 Maret 1966 pukul 01.00 dinihari waktu setempat bukan tiga perwira melainkan empat orang perwira yakni ikutnya Brigadir jendral (Brigjen) M. Panggabean. Bahkan pada saat peristiwa Supersemar Brigjen M. Jusuf membawa map berlogo Markas Besar AD berwarna merah jambu serta Brigjen M. Pangabean dan Brigjen Basuki Rahmat menodongkan pistol kearah Presiden Soekarno dan memaksa agar Presiden Soekarno menandatangani surat itu yang menurutnya itulah Surat Perintah Sebelas Maret yang tidak jelas apa isinya. Lettu Sukardjo yang saat itu bertugas mengawal presiden, juga membalas menodongkan pistol ke arah para jenderal namun Presiden Soekarno memerintahkan Soekardjo untuk menurunkan pistolnya dan menyarungkannya. Menurutnya, Presiden kemudian menandatangani surat itu, dan setelah menandatangani, Presiden Soekarno berpesan kalau situasi sudah pulih, mandat itu harus segera dikembalikan. Pertemuan bubar dan ketika keempat perwira tinggi itu kembali ke Jakarta. Presiden Soekarno mengatakan kepada Soekardjo bahwa ia harus keluar dari istana. “Saya harus keluar dari istana, dan kamu harus hati-hati,” ujarnya menirukan pesan Presiden Soekarno. Tidak lama kemudian (sekitar berselang 30 menit) Istana Bogor sudah diduduki pasukan dari RPKAD dan Kostrad, Lettu Sukardjo dan rekan-rekan pengawalnya dilucuti kemudian ditangkap dan ditahan di sebuah Rumah Tahanan Militer dan diberhentikan dari dinas militer. Beberapa kalangan meragukan kesaksian Soekardjo Wilardjito itu, bahkan salah satu pelaku sejarah supersemar itu, Jendral (Purn) M. Jusuf, serta Jendral (purn) M Panggabean membantah peristiwa itu.
  • Menurut Kesaksian A.M. Hanafi dalam bukunya "A.M Hanafi Menggugat Kudeta Soeharto", seorang mantan duta besar Indonesia di Kuba yang dipecat secara tidak konstitusional oleh Soeharto. Dia membantah kesaksian Letnan Satu Sukardjo Wilardjito yang mengatakan bahwa adanya kehadiran Jendral M. Panggabean ke Istana Bogor bersama tiga jendral lainnya (Amirmachmud, M. Jusuf dan Basuki Rahmat) pada tanggal 11 Maret 1966 dinihari yang menodongkan senjata terhadap Presiden Soekarno. Menurutnya, pada saat itu, Presiden Soekarno menginap di Istana Merdeka, Jakarta untuk keperluan sidang kabinet pada pagi harinya. Demikian pula semua menteri-menteri atau sebagian besar dari menteri sudah menginap diistana untuk menghindari kalau datang baru besoknya, demonstrasi-demonstrasi yang sudah berjubel di Jakarta. A.M Hanafi Sendiri hadir pada sidang itu bersama Wakil Perdana Menteri (Waperdam) Chaerul Saleh. Menurut tulisannya dalam bukunya tersebut, ketiga jendral itu tadi mereka inilah yang pergi ke Istana Bogor, menemui Presiden Soekarno yang berangkat kesana terlebih dahulu. Dan menurutnya mereka bertolak dari istana yang sebelumnya, dari istana merdeka Amir Machmud menelepon kepada Komisaris Besar Soemirat, pengawal pribadi Presiden Soekarno di Bogor, minta izin untuk datang ke Bogor. Dan semua itu ada saksinya-saksinya. Ketiga jendral ini rupanya sudah membawa satu teks, yang disebut sekarang Supersemar. Di sanalah Bung Karno, tetapi tidak ditodong, sebab mereka datang baik-baik. Tetapi di luar istana sudah di kelilingi demonstrasi-demonstrasi dan tank-tank ada di luar jalanan istana. Mengingat situasi yang sedemikian rupa, rupanya Bung Karno menandatangani surat itu. Jadi A.M Hanafi menyatakan, sepengetahuan dia, sebab dia tidak hadir di Bogor tetapi berada di Istana Merdeka bersama dengan menteri-menteri lain. Jadi yangdatang ke Istana Bogor tidak ada Jendral Panggabean. Bapak Panggabean, yang pada waktu itu menjabat sebagai Menhankam, tidak hadir.

Sampai sekarang tidak diketahui apakah Supersemar merupakan asli buatan Presiden Soekarno atau bukan. Arsip Nasional telah berkali-kali meminta kesaksian para saksi mata agar dapat diketahui sejarah dari Supersemar secara otentik. Hingga saat ini Supersemar merupakan sejarah Indonesia yang masih gelap.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Perintah_Sebelas_Maret




Windows 10 adalah system operasi yang memiliki fitur Multi-language, dengan fitur ini anda dapat menambahkan bahasa lebih dari 1 pada sistem operasi. Jika anda ingin menghapus salah satu Bahasa yang sudah anda pasang. Ada 2 cara yang dapat kita gunakan untuk menghapusnya.

1.  Dengan Settings

Buka ‘Settings‘ (Win + I) > ‘Time & language – Region & language‘. Pilih Bahasa yang ingin dihapus kemudian klik ‘Remove‘.
                                                                        

2.  Melalui Control Panel

Buka Control Panel, > ‘Clock, Language, and Region > Language‘. Pilih bahasa yang ingin dihapus kemudian klik ‘Remove‘.




Jika anda bosan dengan tampilan command prompt anda yang biasa. Maka saya punya cara untuk membuat tampilan cmd anda menjadi lebih menarik
1.      Buka Command Prompt. (Win + R; cmd; enter) :v

2.       Klik kanan pada bagian Title bar command prompt, lalu pilih properties

3.      Pilih Sub menu Colors, pilih Screen Background. Lalu pilih warna yang anda suka, klik OK.

Selamat, anda telah berhasil mengubah warna background cmd anda.

4.      Jika anda ingin mengubah warna teksnya, maka anda tinggal memilih ‘Screen Text’ > pilih warna yang anda inginkan lalu klik OK.

Dan hasilnya akan seperti ini

5.      Dan untuk membuat cmd menjadi transparan anda hanya perlu menggeser ‘opacity’nya sampai anda mendapat tingkat yang anda inginkan, lalu klik OK(lagi).




Sistem operasi Windows 10 memunginkan kita untuk menghapus update yang sudah terinstall apabila update tersebut menimbulkan masalah atau kita tidak menginginkan update pada windows kita.
Berikut caranya
Melalui Control Panel
Buka Control Panel. > ‘Control Panel > Programs > Programs and Features‘. Klik ‘View installed updates‘.

Setelah itu akan muncul daftar update yang telah terinstall. Dan untuk menguninstall update tersebut. Pilih salah satu update lalu klik ‘Uninstall‘. Hati – hati saat memilih.

Klik OK untuk melanjutkan proses uninstal. Tunggu proses uninstal hingga selesai. Dan agar hasilnya 100% terhapus maka yang harus anda lakukan adalah meRestart PC anda.



Untuk menghubungkan printer Anda ke Google Cloud Print. Inilah yang perlu Anda lakukan.
Google Cloud Print
Metode yang paling sederhana adalah dengan menambahkan printer Anda ke Google Cloud Print . Hal ini memastikan Anda dapat mengakses printer dari mana pun.
Langkah pertama ini sebauknya dilakukan pada komputer yang ada di jaringan yang sama dengan printer Anda. Dalam Chrome pergi ke Settings> Tampilkan Advanced Settings> Google Cloud Print. Kemudian klik Manage.

Google Cloud Print dapat diakses dari browser Chrome di desktop Anda.
Perangkat Baru mencari printer yang terpasang ke jaringan Anda. Klik Add Printer untuk menambahkan printer ke akun Google Anda.

Menambahkan printer ke Google Cloud Print dan akan tersedia dari mana saja.
mulai mencetak
Sekarang Anda siap untuk mencobanya dari ponsel Android atau tablet. Sebagai contoh kita akan menggunakan Gmail. Tekan tombol overflow (tiga titik) dan pilih Print.
Kemudian, sentuh Simpan sebagai PDF dan Anda akan melihat menu yang berisi daftar printer Anda. Pilih salah satu.

Setelah printer Anda ditambahkan ke Google Cloud Print, maka printer anda telah siap untuk semua kebutuhan pencetakan Anda.

Sebagai alternatif untuk Google Cloud Print, Anda harus memeriksa dokumentasi printer Anda, karena banyak perusahaan memiliki aplikasi cetak milik mereka sendiri (seperti HP ePrint ).

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.