Latest Post

Virus pada Android, kemungkinan besar lebih cocoknya kita golongkan kepada malware. Karena sifatnya sedikit berbeda. Dimana virus lebih suka menginfeksi dan merusak aplikasi atau data, malware lebih banyak mengambil keuntungan dari device kita.

Ada beberapa ciri yang bisa menjadi indikasi awal bahwa device kita terkena malware, tetapi belum tentu pasti juga, bahwa malware penyebabnya. Bisa juga disebabkan hal-hal lain. Misalnya:
  • Biaya telepon tiba-tiba membengkak, dan ketika di cek dari list tagihan, banyak telepon ke nomor-nomor yang tidak kita kenal.
  • Pemakaian data tiba-tiba melonjak jauh dari biasanya.
  • Baterai lebih cepat habis secara signifikan dari biasanya.Kinerja atau performa device menjadi menurun dan cukup terasa
  • Ketika sedang bertelepon banyak terjadi drop call, atau ada suara-suara bising lain
Harap dicatat, ciri-ciri tersebut di atas bisa jadi juga, bukan karena malware, tetapi dari penyebab lain. Jika kita merasa khawatir, untuk lebih memastikannya, bisa menginstall aplikasi antivirus yang banyak tersedia di playstore, baik yang berbayar maupun free. Misalnya Avast, Lookout, Kaspersky, Norton dll.

Beberapa merek device tertentu, bahkan sudah mempunyai bawaan aplikasi antivirus di dalamnya. Secara berkala, aplikasi antivirus tersebut (yang biasanya sudah termasuk anti malware) akan men-scan device kita dan memberikan warning jika memang terdapat malware, termasuk menghapusnya.

Wajar memang bila kita khawatir, karena seringkali banyak diberitakan, bahwa potensi dan jenis virus/malware, dikabarkan semakin banyak mengancam sistem operasi Android, dan jumlahnya sering diberitakan dalam angka ratusan ribu hingga jutaan jenis malware. Tetapi menurut statistik terakhir, device Android yang benar-benar terkena malware sebenarnya persentasenya bisa dikatakan sangat kecil, hanya 0,25% saja.

Jadi sebagian besar, 99,75% device Android sehat-sehat saja. Beberapa iklan dan aplikasi sering memanfaatkan kekhawatiran atau ketakutan orang akan virus,dengan banyak cara. Di antaranya pop up ketika sedang browsing atau menggunakan aplikasi gratis, yang mengatakan device kita terancam virus, dan menyarankan klik ke web tertentu untuk menghapusnya. Padahal pop up tersebut hanya tidak kita butuhkan.

DetikINET

Microsoft baru saja memperkenalkan sistem operasi komputer terbarunya, Windows 10. Ini artinya, setelah Windows 8 tidak akan ada Windows 9, melainkan langsung ke Windows 10.

Lalu bagaimana cara mendapatkan dan men-download Windows 10? Microsoft mengumumkan bahwa versi final Windows 10 akan dirilis dalam waktu dekat, dijadwalkan pada pertengahan 2015. Tapi jangan khawatir, sebuah "Technical Preview" sudah tersedia sejak 1 Oktober 2014 sehingga Anda bisa langsung mengunduhnya.

Kabar baiknya, preview Windows 10 tersedia untuk siapa saja yang mendaftar di Windows Insider Program. Anda dapat mendaftar dengan mengunjungi website Windows Insider Program tersebut dan login menggunakan akun Microsoft yang sesuai.

Setelah menerima dan menyetujui beberapa persyaratan untuk sistem operasi anyar ini, kemudian proses download untuk preview Windows 10 akan berjalan. Namun seperti dikutip dari laman Cnet, Jumat (3/10/2014), Windows 10 yang tersedia saat ini masih versi tahap awal pengembangan, yang tentunya masih dipenuh dengan bug dan beberapa kekurangan.

Liputan6

Memang sulit untuk mencegah storage card kita tidak disusupi virus, apabila sering di koneksikan ke komputer secara sembarangan. Kebanyakan, yang membuat memory card handphone terkena virus, berasal dari virus komputer. Biasanya hanya memory card eksternal yang terkena virus, sedangkan internal storage lebih sulit diinfeksi.

Cara termudah, instal aplikasi antivirus di device, yang bisa mem-protect atau men-scan virus di memory card. Karena tidak semua antivirus mempunyai fitur ini. Bisa juga untuk memastikan memory card bebas virus, dengan mengkoneksikannya ke PC dan men-scan dengan antivirus untuk PC, pada drive dimana memory card anda terbaca. Misal drive F.

Jangan lupa, database antivirus di PC juga harus secara berkala di update. Banyak juga orang yang masih mengira, kalau PC sudah diinstall antivirus berarti sudah aman, tanpa sadar bahwa database virus harus di update.

Kebanyakan virus yang membuat isi memory card tidak terbaca, sebenarnya merubah atribut file saja sehingga terlihat seperti shortcut.

Jika sudah terkena perubahan ini, bisa dicoba mengembalikan file dengan cara ini:

- Run CMD (di Windows) dengan meng-klik start button dan ketik cmd.

- Ketikkan perintah ini: attrib -h -r -s /s /d f:\*.* dan tekan Enter. (Huruf f di baris terakhir perintah tersebut adalah drive dimana memory card anda terbaca. Jika memory card ada di drive G , ganti dengan g)

Kalau file-file sudah kembali, coba jalankan scan antivirus dari komputer ke drive tersebut. Jika banyak data penting di memory card, ada baiknya secara berkala di backup ke komputer atau ke cloud.

Jika dalam kasus Anda harus sering mengkoneksikan memory card anda ke drive komputer, yang tidak jelas bervirus atau tidak, misal untuk koneksi ke printer atau memindahkan data dari memory card ke komputer tersebut, coba saja gunakan micro SD to SD card adapter yang pada bagian kiri atasnya ada switch yang bisa digeser untuk me-lock memory card.

Ketika dalam posisi lock, maka file yang bisa dipindah hanya satu arah dari memory card ke komputer, dan menolak ditulisi file dari arah sebaliknya, termasuk infeksi virus. Jika pada komputer tidak ada slot untuk menerima SD card, bisa menggunakan sd card reader eksternal yang terhubung melalui USB.

Harap diingat, pada beberapa kasus data dari memory card hilang bukan disebabkan oleh virus. Tetapi memang karena memory card yang rusak.

Detik

Saat ini pesawat tv atau player sudah mendukung untuk memainkan beragam format video lewat flashdisk. Namun apabila perangkat Anda belum mendukung maka bisa menggunakan kepingan DVD. Ada banyak software yang memungkinkan untuk merubah sebuah file video menjadi keping dvd. Kali ini akan mencoba menggunakan sebuah software gratis bernama Any Video Conventer (AVC).
  • Silakan download AVC melalui Filehippo – Download  (30MB)
  • Silakan klik “Direct Download” di kanan atas.
avc9
  • Jalankan Any Video Conventer.
avc1
  • Pilih format disamping kanan atas menjadi “DVD Pal Video Movie”.
avc2
  • Untuk memasukkan file klik “Add Or Drag Files”.
avc5
  • Kemudian pilih file video yang ingin Anda rubah ke DVD. Anda bisa memilih langsung banyak file.
avc6
  • Apabila Anda memasukkan banyak video dan ingin semua video menjadi 1 track silakan klik “Join All File” di bagian bawah.
avc7
  • Anda bisa juga menambahkan subtitle yang akan ditempel langsung ke hasil convertnya atau istilahnya Hard Sub. Silakan pilih “Add Subtitle” di bagian kanan list file.
avc10
  • Setingan lain semisal Aspect Ratio, Encode Pass dll ada di bagian kanan bawah. Namun setingan bisa dibiarkan sesuai bawaan saja.
avc11
  • Setelah itu klik “Convert Now”.
  • Setelah selesai akan muncul menu untuk membakar ke DVD.
avc8
Aplikasi ini lebih cocok untuk convert file video semisal dari handycam, ponsel, youtube dan sejenisnya yang mempunyai aspek ratio 4:3 atau 16:9. Jika untuk convert film yang aspek rationya berbeda maka aspek ratio akan diset ke 4:3 atau 16:9, sehingga gambar menjadi gepeng

Jika kita sebelumnya sudah terbiasa dengan Windows XP, kemudian beralih menggunakan windows 7 dan sering membuka Windows Explorer, mungkin merasakan perbedaan tampilan. Di panel kiri kita akan melihat Folder Favorites dan Libraries yang cukup menyita tampilan, sedangkan drive lainnya posisinya di bagian bawah.

Bagi pengguna yang memanfaatkan atau sering mengakses melalui Favorites atau Library mungkin menu tersebut bisa bermanfaat, tetapi jika kita terbiasa langsung membuka drive lain dan tidak menggunakan 2 folder tersebut, ada baiknya menu tersebut tidak usah ditampilkan karena memenuhi panel windows explorer.

Windows 7 sendiri tidak menyediakan opsi atau setting untuk menghilangkan 2 folder tersebut, termasuk tidak bisa di rename ataupun di hapus. Alternatifnya kita bisa langsung mengubah registry di windows untuk menyembunyikan 2 folder tersebut. Berikut langkah lebih detailnya.
  1. Buka Registry Editor, bisa melalui Run dan ketikkan: REGEDIT
  2. Untuk Folder Favorites buka Key berikut
    HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{323CA680-C24D-4099-B94D-446DD2D7249E}\ShellFolder
  3. Setelah ShellFolder di klik, dibagian kanan ada yang namanya “Attributes”, klik dua kali untuk mengganti nilainya (asalnya nilai didalamnya adalah a0900100), ganti dengan nilai baru, yaitu a9400100 untuk menyembunyikan folder Favorites
  4. Untuk Folder Libraries buka Key berikut
    HKEY_CLASSES_ROOT\CLSID\{031E4825-7B94-4dc3-B131-E946B44C8DD5}\ShellFolder
  5. Setelah ShellFolder di klik, dibagian kanan ada yang namanya “Attributes”, klik dua kali untuk mengganti nilainya (asalnya nilai didalamnya adalah b080010d), ganti dengan nilai baru, yaitu b090010d untuk menyembunyikan folder Libraries
  6. Klik OK untuk menyimpan perubahan
  7. Jika ketika akan disimpan (di klik OK) muncul Error bahwa nilainya tidak bisa di edit, semisal ” Cannot edit Attributes: Error writing the value’s contents”. Maka kita harus mengubah hak akses shellfolder tersebut. Langkahnya bisa di ikuti di bagian bawah
  8. Setelah langkah diatas selesai, untuk melihat efeknya, kita perlu log off terlebih dahulu
Setelah Log off, maka tampilan windows explorer saat ini menjadi seperti berikut :

Jika kita ingin menampilkan kembali folder Favorites atau Libraries, kita tinggal mengembalikan nilai Attributes dari Registry diatas ke nilai asal (default). Jika ketika ingin menyimpan muncul error bahwa kita tidak diijinkan mengubah nilainya, ikuti langkah berikut :
  1. Klik folder atau key ShellFolder
  2. Dari menu Utama Registry Editor, pilih menu Edit > Permissions
  3. Akan muncul window: Permission for ShellFolder, klik saja di bagian username: Adinistrator, dan dibagian bawah (permission for Administrator), beri tanda cek semua di kolom Allow
  4. Setelah di cek semua di bagia Allow, klik OK untuk menyimpan
  5. Seharusnya kita sudah bisa mengubah nilai Attributes di registry sebelumnya


Seapik-apiknya Anda mengggunakan monitor komputer atau layar televisi (TV), layar pada perangkat tersebut pasti terkena noda yang mengganggu. Untuk itu ikuti tips menghilangkan goresan dan noda di monitor dan layar TV di bawah ini.

Jika Anda mengamati metode yang direkomendasikan untuk membersihkan permukaan monitor atau layar TV, Anda pasti akan menemukan lebih banyak peraturan yang sering bertentangan satu sama lain.

Di dalam peraturan yang tidak boleh dilakukan, biasanya Anda tidak boleh membersihkan layar dengan semprotan aerosol, pelarut, atau pengikis.

Peraturan lainnya adalah tidak boleh menggunakan apapun selain air hangat, jangan menyemprotkan cairan langsung pada layar, jangan menggunakan kain keras, dan lain sebagainya.

Gunakan kain lembut
Untuk itu ada baiknya Anda gunakan kain yang bersifat lembut dan bebas serat seperti kain pembersih micro-fiber yang mungkin telah tersedia dalam paket penjualan perangkat Anda. Untuk layar monitor atau televisi gunakan larutan sabun dan air, jika diperlukan.

Mengutip laman Cnet, Rabu (17/9/2014), setelah melihat beberapa peraturan di slide sebelumnya, berikut beberapa langkah tepat untuk membersihkan monitor komputer dan layar TV.

Pertama, bersihkan monitor komputer atau layar TV dengan kain kering yang bebas serat. Jika Anda tidak memiliki jenis kain tersebut, Anda bisa menggunakan kain yang biasa dipakai untuk membersihkan layar smartphone atau tablet.

Gunakan sedikit sabun cuci
Jika kain kering tidak dapat menghapus noda pada layar, gunakanlah sedikit larutan sabun cuci piring dan air hangat (usahakan hanya setetes). Lalu bersihkan dengan kain kering.

Setelah menyingkirkan debu dari layar dengan kain kering, celupkan kain lainnya dalam larutan sabun cuci piring, peras, dan seka layar dengan lembut.

Selanjutnya, bilas kain dengan air sabun, peras lagi, dan bersihkan layar untuk menghilangkan residu sabun. Terakhir, ambil kain kering dan bersihkan layar untuk menghapus goresan ringan pada monitor komputer atau layar televisi.

Dalam optimisasi search engine (SEO), nama sebuah website punya arti yang sangat penting. Oleh karena mari kita membahas mengenai nama website.
Salah satu yang menyebabkan nama sebuah website menjadi amat penting adalah karena nama website adalah hal yang sangat diperhatikan oleh mesin pencari ketika akan mengindeks sebuah website. Saat robot mesin pencari mengindeks sebuah website, maka hal pertama yang biasanya akan diperhatikan atau diprioritaskan adalah nama website.
Kenapa nama website? Sebab nama website (title) adalah bagian paling atas pada suatu halaman website. Jadi mau tidak mau bagian inilah yang pertama kali akan diindeks oleh mesin pencari.


Oke, selain nama website bagian lain yang tidak kalah penting dalam optimalisasi SEO adalah alamat website. Setiap website di internet pasti punya alamat masing-masing. Contoh sebuah alamat website misalnya www.facebook.com, www.blogmotivasi.com, www.google.co.id, dan banyak lagi. Alamat sebuah website juga dikenal dengan istilah nama domain.
Jadi, bagaimana cara memilih nama website Anda agar mendukung SEO? Ini dia caranya:

Pilih Nama dan Alamat Web yang Singkat dan  Mudah Dieja
Usahakan Anda memakai nama dan alamat website yang singkat, sebab nama domain singkat akan mudah diingat oleh orang-orang. Kita bisa lihat situs-situs perusahaan besar di dunia, kebanyakan memakai nama dan alamat website yang benar-benar singkat. Sebut saja, Google.com, Twitter.com, Facebook.com, Kaskus.co.id, Apple.com, singkat-singkat kan?
Selain singkat, nama domain juga harus mudah untuk dieja. Nama domain dan nama website yang mudah dieja cenderung akan lebih mudah diingat oleh orang lain. Contoh nama domain yang mudah dieja misalnya www.blogmotivasi.com, simple, mudah dieja serta mudah diingat kan? Ketika orang-orang mudah mengingat nama dan alamat website Anda, mereka biasanya akan dengan senang hati untuk berkunjung kembali ke website Anda J.

Gunakan Nama dan Alamat Web yang Mencerminkan Isi Web Anda
Keterkaitan antara nama dan alamat dengan isi website Anda juga patut diperhatikan. Jangan sampai antara nama/alamat website menjadi tidak sinkron dengan isi website Anda. Ambil contoh jika Anda menjual keripik pedas maka pakailah nama dan alamat website yang ada hubungannya dengan keripik, seperti jualkeripikpedas.com.
Akan tidak masalah seandainya Anda memilih menggunakan nama domain yang tidak berkaitan dengan isi website Anda. Ambil contoh Anda mau pakai nama perusahaan Anda, maka itu tidak masalah. Misalnya nama perusahaan Anda adalah CV Sukses Jaya Selalu, lalu alamat domain yang Anda pakai adalah www.SuksesJayaSelalu.com, itu tidak jadi masalah kok.

Nama Domain yang Mengandung Kata Kunci
Selain singkat, mudah dibaca dan mudah diingat, nama domain dan alamat website juga haruslah mengandung kata kunci yang Anda bidik. Misalnya Anda berjualan baju batik bola, maka kata kunci produk yang Anda jual adalah baju batik bola. Nah di situs website Anda nanti sangat disarankan agar Anda memakai kata kunci “baju batik bola” pada nama dan alamat website Anda.
Jadi contoh alamat website Anda nantinya bisa berupa www.jualbatikbola.com, www.bajubatikbola.com, ataupun www.tokobatikbola.com. Perlu Anda ketahui, jenis nama domain seperti ini dikenal dengan istilah EMD (exact match domain).

EMD (exact match domain).
Penggunaan EMD ini sedikit banyak juga bisa membantu agar website Anda mendapatkan posisi yang baik pada hasil pencarian di mesin pencari. Tapi meski Anda sudah menggunakan exact match domain pada alamat website Anda itu tidak akan pernah menjamin website Anda langsung bisa ranking 1 di Google untuk kata kunci yang Anda bidik.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.