Episode Sebelumnya nek ...

Waktu itsyu, jam 12 tepat matahari nangkring diatas kepala...

Luis Fernando datang ke gubug Maria dimana Maria sedang masak oseng-oseng kecipir dicampur kecambah dan irisan torpedo kambing resep yang Maria baca dari Primbon. Ini adalah masakan kesukaan Luis Fernando.

"Maria?" Panggil Luis Fernando

"Luis?oh Luis Fernando, aku ingin bicara banyak hal denganmu Luis Fernando, soal kedatangan Soraya Montenegro De La Vega Montalban, dia itu siapa Luis Fernando, siapaa?"

"Tenang Maria, tenang! Tidak perlu juga menyebutkan nama secara lengkap seperti telenovela aja. Bicara pelan-pelan"

Kemudian Luis Fernando mengambil gelas diatas meja yang terdapat banyak tumpukan piring dan gelas yang belum Maria cuci sejak 3 hari lalu setelah acara arisan bareng Rosalinda, Marimar, Marisol, Esmeralda, Oshin, Betty La Fea, Putri Huan Shu dan lain-lain, lalu memberikan ke Maria.

"Minum dulu Mar, kamu terlalu gugup yes?"

"Glek..glek..glek.." Cairan hijau terlihat merosot di balik leher putih nan jenjang Maria.

"Sekarang ceritakan kejadiannya" suara Luis Fernando khas dubber di drama-drama tv gitu, berwibawa dan suaranya sering jadi peran utama untuk dubbing tokoh pria nya.

"Luu..issss.. Ferrnan..dooo..tadi Soorrr...Sooooor...aaa...yaaa.
. "

 Maria dan Luis Fernando kaget, saat bicara dari rongga mulut Maria menggeluarkan gelembung-gelembung balon bening,jumlahnya banyak sampai bertebaran di dalam ruangan gubug derita.

"Bleekuthuuuk... Bleeekuthuuuk.. " Suara terdengar dari dalam perut Maria seperti air sabun ditiup pakai sedotan.

Cairan apakah yang sudah Maria minum? Huafakah Luis Fernando sengaja meracuni Maria?
Lalu bagaimanakah perseteruan Victoria vs Charlotta dan konflik antara neneknya Tapasya dengan Victoria??

Lalu terdengarlah lagu rancak pisan :

'Y a mucha honra, Mara la del barrio soy
La que de escuincla qued resola
Y pa' cambiar su suerte.. De su barrio querido se fue, Pa' poder comer
    

----------------
Episode 2 :

Sore itu, di sebuah RS tua dan terkenal angker, Maria masih terbaring lemah di bangsal 13, wajahnya berubah sedikit ijo seperti putu bumbung dan setiap membuka mulut masih mengeluarkan busa gelembung sabun.
Menurut dokter, Maria menenggak sabun cair pencuci piring rasa es jeruk.

"Keadaan mbak Mar tidak apa, untung cepat dibawa kesini dan tadi sempat saya sedot cairannya pakai mulut saya, maaf kepaksa walau bukan muhrim yes, jadi tuan Luis Fernando tidak perlu risau, didalam perut mbak Mar masih tersisa sedikit" Kata dokter Wagimin DeCosta  spesialis sedot menyedot pasien yang menelan cairan atau makanan beracun.

Setelah Maria agak baikan, Luis Fernando mengurus segala administrasinya, ternyata Luis Fernando memakai BPJS lho! Setelah beres, Maria dipaksa Luis agar tinggal dirumahnya yang mewah, apalagi Maria masih lemah.

"Bagaimanapun Papa sudah mensahkan kamu jadi anggota keluarga De La Vega, kamu harus tinggal di rumahku ya Mar" bujuk Luis Fernando berkali-kali.

Sesampainya di rumah keluarga De La Vega ... Pertarungan segera dimulai, Maria makin tambah musuhnya, kali ini ada Penelope gadis yang juga tinggal disitu anak dari Mbok Darmi pembantu senior keluarga De La Vega. Penelope diam-diam juga naksir berat Luis Fernando, saking naksirnya kerap mencuri sempak Luis Fernando di jemuran, dan yang jadi korban omelan pasti Charlota sebagai penjemur baju keluarga De La Vega.

Siang itu.. Luis Fernando sedang berjemur di pinggir kolam renang sambil mendengarkan Murotal. Ahh, Luis Fernando sudah dapat hidayah setelah selama ini jadi playboy? Pasti karena Siti Markonah mantan kekasihnya yang lebih memilih kerja jadi TKW ke Hongkong daripada meneruskan percintaan dengan Luis Fernando.
Dari balik rimbunnya pohon ganja dan pohon buah kuldi yang ditanam keluarga De La Vega sejak 1902, diam-diam Charlota si pembantu usil mengintip Luis Fernando yang tampak gagah seksi pakai cawat renang merk 'Boril' made in Bogor hasil rajutan PT Greenpiss Tbk.
Charlota agak free sebab seperti biasanya jam segitu nyonya Victoria sedang nganter Fulgoso les balet lalu dilanjut les cooking.

"Sungguh pria sempurna, seandainya aku jadi istrinya sekalipun aku tetap jadi pembantu, aku rela. Oh Luis Fernandooooo.." Desah Charlota sambil meremas Kutang lancip terbuat dari potongan ujung kukusan, tanpa sadar dibelakangnya ada Soraya Montenegro.

"Dasar pembantu sialan!!" Damprat Soraya sambil noyor kepala Charlota sampe wig nya terlepas dan nampaklah kepala Charlotta plontos ada rajah bertuliskan 'Jeritan Pembantu'.

"Ah maaf nona Soraya, saya ... Saya ..." Gugup Charlota sambil masang wig, eh kebalik nutupi mukanya.

"Apa? Apa? Mau ngeles? Sudah jelas kamu sedang ngintip Luis Fernando, ngaku gak lo?!"

Luis Fernando mendengar keributan, lalu menghampiri ke arah Soraya dan Charlota.

"Ada apa ini?"
       

Seketika Charlota mendelik dan terjatuh pingsan gara-gara sangat dekat dengan tubuh Luis Fernando yang sangat ketat pakai celana renang merah nya.

"Heh, ga usah pura-pura pingsan lo Charlota! Eh Luis Fernando sayaaaang, Charlota tadi aku liat sedang mengintipmu sayaaaaaang" Nada manja Soraya sambil gelendotan di bahu Luis Fernando.

Dari kejauhan Maria menyaksikan 'kemesraan' yang dilakukan Soraya Montenegro, lalu darah 'berandal' nya membuncah dah menghampiri Soraya.

"Plaaaak!!" Kembali Maria menampar setelah kemarin nampar di depan gubugnya. Kali ini efek tamparan Maria berakibat rontoknya pupur Viva no.14 dikombinasi dengan bedak doris dan cairan pencahar merk Botol Cebok yang sudah diproduksi sejak jaman doeloe dan ternyata 'ramuan ajaib' itu selalu dipakai keluarga Soraya sejak dia berumur 4 tahun.

"Sialan kamu Mar !! Luis Fernando, liat kucing liar yang papamu adopsi ini,sudah mulai menunjukkan cakarnya! Kowe ojo macem-macem sama aku yo Maria!!" Soraya meraih rambut kriwil slanker Maria sampai jepitan Hello Kitty nya nyungsrep masuk sampai kedalaman 30 cm dalam rambut Maria.

"Aouuuuuww!!" Maria menjerit

Jemari Soraya nyangkut di rambut semrawut kusutnya Maria. Luis Fernando mencoba melerai tapi Maria dan Soraya semakin brutal saling serang.
Dari tembok sebelah rumah, neneknya Tapasya naik tangga dan pake teropong menyaksikan duel dua pewong itu.

"Demi Dewa! Sungguh wanita-wanita tidak tau malu!" Dengusnya sambil geleng-geleng kepala ala Tina Toon.

"Nenek, sedang apa diatas?" Tanya Tapasya dari arah bawah.

"Demi Dewa! Tapasya cucuku, nenek sedang meliihat dua wanita murahan sedang ribut rebutan laki-laki, ohh bantu kami Dewa!"

"Bukannya nenek diam-diam ngintip abang Luis Fernando berjemur?" Tapasya ketawa kecil, si nenek muka menguning kayak kesemek menahan malu.
"Nenek,sudahlah,itu bukan urusan kita kan? Oya nenek, saya mau pergi ke rumah Ichcha, Veer yang mengantarku, aku pergi dulu ya Nek, baiiii"

Lalu Tapasya keluar ternyata naik ojek pacar gelapnya yaitu Mithun Chakavorty pergi ke rumah Duba-Duba dimana Balveer dan Bhayangka Peri sudah nongkrong disana untuk kerja kelompok underground.

------
       

Setelah 'pertarungan' tadi, wajah Soraya rusak berat digamparin Maria. Bibir Soraya yang identik monyong membentuk hurup 'O' pindah ke pipi kiri sementara hidungnya ke jidat. Sungguh apes Soraya, dengan kejadian ini terkuaklah Soraya rajin oplas ke korea dan salah 1 konsumen dari Haji Jeje karena semua yang ada pada wajahnya bisa berpindah tanpa bisa dicegah, bahkan dibagian hidung jelas sekali ada paraf dari Haji Jeje, entah KW atau Ori yes? Biarlah jadi rahasia bagi Soraya Montenegro.

"Luis sayaaang.. Kenafa tidak kau usir Maria dari sini sekarang sayang? Dia liar tidak berpendidikan!"

"Sudah cukup Soraya, saya puyung hai!" Nada Luis Fernando meninggi, kumat ngondeknya tanpa sadar. Sementara tangannya sedang memindahkan hidung dan bibir Soraya ke tempat yang semestinya dipijak.

"Muka mu aneh deh Soraya, bisa di geser gitu hahahahah, muka dah kayak sofa bisa gesar geser"

"Sialan!" Soraya kesal tapi membatin aja, padahal doi mempercantik diri juga buat menarik perhatian Luis Fernando.

"Ada apa ini?" Tanya Victoria yang baru pulang nganter Fulgoso les.
"Sungguh menyebalkan deh, tadi di tempat les, Fulgoso masuk rok tante berkali-kali, padahal disitu banyak orang, ini pasti gara-gara Charlota nyuci daleman tante tidak bersih sampe Fulgoso ngira celdam tante ini ikan asin!"

"Tante, liat muka saya, ini perbuatan Maria dari tempat kumuh de la barrio soy apalah-apalah namanya, liat tante!" Soraya sambil monyong, melotot dan suara meninggi intonasinya tidak peduli keluh kesah Victoria.

"Hemm .. Dia memang tidak bakal bisa dijinakkan! Tante heran, Fulgoso saja bisa jinak, benar kan sayang?" Kata Victoria sambil elus-elus Fulgoso.

Sementara di pekarangan belakang rumah, Maria sedang asyik buka-buka novel Eni Arrow sambil cekikikan dengan Charlota. Itu sebenarnya novelnya tuan Fernando, entah bagaimana Charlota bisa nyolong.

"Lagi apa kalian?" Tanya Penelope santai tapi judes, wajah ga sedikitpun menoleh ke arah Maria dan Charlota sambil nyedot oplosan bandrek dengan miras topi miring.

"Lagi baca, kenapa?" Balas Charlota ketus.

"Dasar bebong, kerja sana! Itu tante Victoria sudah pulang!" Hardik Penelope.

"Ingat Penelope, kau disini juga bedinde seperti aku, camkan itu!"

"Hemmm..beda keleus ah! Aku adalah anak dari asisten rumah tangga senior disini dan aku lebih cantik dari kamu pembantu usil. Dan, aku yakin mengko sak wijine zaman, menurut pitutur primbon, Luis Fernando akan jatuh ke pelukanku, bukan untuk dia!" Lirik ngenyek Penelope ke arah Maria.

'Charlotaaaaaaaaa!!" Tereak suara Victoria dari dalam, bergema hingga pot tanaman yang digantung goyang-goyang dan puluhan ikan piranha di aquariun panik sampai kolaps.

Charlota meluncur naik sekuter ke dalam, saking gedenya rumah, Charlota sampai usul pake sekuter.

"Iyaaa Nyaaaah!"

"Charlota! Cepat kamu ke atas genteng pegangi antena, saya mau nonton smackdown, ini tivi ga beres kalau antena tidak kamu yang pegangin, cepat!"

"Sialan! Dasar nenek genit, nonton smackdown cuma liat laki pada bergumul biar ga frigid!" Gerutu Charlota dalam hati.

Dari atas genteng, Charlota terkejut setengah mati karena dia melihat ke rumah tetangga sebelah, neneknya Tapasya dengan tubuh yang tumbuh asal-asalan ala kadarnya sedang pakai bikini two pieces siap renang ala Halle Berry di salah 1 adegan film James Bond.

Charlota ambil HP kamera merk Samsul dan siap merekam 'akting' panas neneknya Tapasya dan berniat upload videonya ke syahrintulworld.blogspot.com dan Charlota yakin video nya bakal jadi viral.

Apa yang akan terjadi dengan Maria selanjutnya? Sanggupkah Maria tahan mendapat serangan Soraya Montenegro, Victoria dan Penelope?


Salam Telenovela

- Syahrintul -
Labels:

Post a Comment

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.